Kaos Oblong atau dalam bahasa Inggris disebut T-Shirt pertama kali dipakai oleh tentara Inggris dan Amerika sebagai pakaian dalam pada abad 19 sampai awal abad 20. Arti huruf T pada T-Shirt bisa diartikan Training Shirt atau karena bentuknya yang seperti huruf T.
![]() |
| Marlon Brando |
Awal kepopuleran kaos oblong ketika dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947 ketika dia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, Amerika Serikat. Kaos berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh
Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Pada waktu itu penonton langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski
demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa
pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan.
Tak pelak, munculah polemik seputar kaos oblong.
Polemik tersebut selanjutnya justru meningkatkan publisitas dan popularitas
kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya, beberapa perusahaan
konveksi mulai bersemangat memproduksi pakaian itu, walaupun semula mereka
meragukan prospek bisnis kaos oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong
dengan berbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara
massal.
Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos
oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang
menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut
agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju
lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang
telah menjadi bagian budaya mode.
